Kaya dan Terlihat Kaya

Kaya dan Terlihat Kaya

Orang-orang kaya yang saya tau, mereka adalah orang yang tidak membelanjakan uang untuk kepentingan pribadi (konsumtif) secara berlebihan. Mereka adalah orang yang seringkali menunda kesenangannya agar bisa menikmati lebih banyak.

Seandainya mereka punya uang lebih, mereka akan lebih senang memutar uang itu untuk investasi, membeli aset, menanam deposito dan lain sebagainya. Rata-rata mereka selalu menggunakan uangnya untuk mengembangkan bisnisnya lagi.

Saya pribadi sangat salut dengan orang-orang yang bisnisnya sudah besar namun penampilannya sangat sederhana. Artinya berpenampilan dengan sepantasnya dan tidak kemewah-mewahan. Mereka bisa menempatkan diri untuk terlihat kaya raya, namun tetap memilih untuk terlihat sederhana.Sementara ada tipe orang lainnya yaitu yang ingin terlihat kaya. Ini orang yang paling mudah ditemukan karena jumlahnya lebih banyak. Biarpun bisnis baru seumur jagung, cashflow belum stabil, namun sudah terlihat sangat mewah penampilannya.

Biasanya, mereka akan menggunakan uang yang mereka belum punya, untuk membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, untuk menyenangkan orang yang mereka tidak sukai. Setidaknya supaya orang-orang bisa menganggap dia sebagai seorang pengusaha yang sukses. Orang-orang seperti ini rela hutang sana sini hanya untuk ‘terlihat kaya’

Ada uang sedikit, belanja barang-barang terbaru. Ada uang sedikit, nyicil mobil baru, dan lain sebagainya. Mereka berlomba-lomba untuk terlihat kaya di bandingkan sekelilingnya. Sayangnya, mereka tidak akan pernah bisa menjadi yang terbaik. Karena di atas langit selalu ada langit. Orang kaya sesungguhnya tidak akan berlomba-lomba mengumpulkan barang mewah, mereka berlomba-lomba untuk membangun aset.

Saya lebih kagum dengan orang yang memakai tas seharga 300 rb tetapi isi dompetnya 4,7 juta. Daripada orang yang memakai tas seharga 4,7 juta. Tapi isi dompetnya 300 rb (perumpamaan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *