Bersikap dan Berpikir Positif

bersikap dan berpikir positif

Mudah untuk di katakan, dan sulit untuk dilakukan. Bersikap dan berpikir positif itu harus di latih. Ini bukan persoalan yang mudah, tetapi cukup kompleks.

Satu saat anda ingin menagih hutang teman yang sudah berbulan-bulan. Uang nya tidak besar, tetapi pada saat itu anda membutuhkan uangnya. Ternyata ketika di tagih teman anda malah tidak merespons. Dengan demikian anda mencoba menghubungi semua kenalannya, untuk mencari tau. Lalu kemudian karena merasa seperti di kejar-kejar, teman anda yang punya hutang ini malah kesal dan berbalik marah karena di perlakukan seperti ini. Teman anda justru malah yang menyalahkan anda dan meminta anda untuk bersabar, karena kondisi teman anda saat itu belum bisa membayar hutangnya.

Kejadian seperti di atas membaca nya saja sudah membuat kesal. Jika anda mengalami hal tersebut, dan anda bersikap emosi apakah akan menyelesaikan masalah?

Jika anda berhasil menagih hutang itu dengan cara kasar, pasti rusaklah hubungan anda. Anda mungkin senang karena bisa memakai uang tersebut, tetapi apakah perasaan anda bahagia melakukannya? Sebagian besar tidak. Perasaan tersebut bisa saja mengganggu hari-hari anda, dan berdampak pada orang di sekitar.

Lain cerita jika anda tetap bersikap dan berpikir positif. Contohnya anda bisa saja memposisikan diri anda sebagai yang berhutang. Mungkin saat itu anda benar-benar butuh uangnya. Bisa juga mungkin anda berpikir kalau masalah dia lebih mendesak dari masalah anda. Perasaan positif dan sikap positif akan menghasilkan hasil yang positif juga. Anda bisa menagih dengan lembut, atau bahkan menunda menagih. Bayangkan saja jika anda jadi dia.

Untungnya apa buat saya kalau bertindak dan berpikir positif? Anda akan hidup lebih bahagia, anda bisa mendewasakan diri anda, anda tetap bisa membina hubungan dengan teman, dan yang paling penting anda bisa menarik hal-hal positif kedalam hidup anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *